Kamis, 20 Agustus 2015

AKHLAK TASAWUF Analisis Perbuatan Manusia


MAKALAH
AKHLAK TASAWUF
Analisis Perbuatan Manusia


 





                                                               Di susun oleh:
Nur Holilah
(120711100041)
                                                              

Di susun Oleh:
NUR HOLILAH






                                                                      BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Tulisan ini bermaksud mengutarakan beberapa pandangan al-Ghazali yang merupakan bagian dari pemikiran kalamnya, yaitu perbuatan manusia, kekuasaan Tuhan dan keadilan-Nya yang terdapat dalam kitabnya yang terkenal berjudul: al-Iqtisad fi al-I‘tiqad.
Sebagai gambaran, bahwa penulisan ini bersifat deskriptif, dan sebagai gambaran terdapat beberapa istilah yang dipergunakan dalam kitab ini, yang menunjukkan pada bagian-bagian yang disebut at-Tamhid, al-Qutb, ad-Da‘wa, dan al-Bab. Untuk memudahkan penulisan ini, dalam kaitannya yang bersumber dari kitab al-Iqtisad, maka tidak menggunakan halaman, namun menggunakan al-Qutb (Q) untuk menunjukkan pada materi misalnya.
B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Apa pengertian perbuatan manusia.........?
2.      Karakteristik ...........................................?
3.      Yang mempengaruhi.................................?
4.      Modifikasi perilaku...................................?
                                                              






                                                                   BAB 2
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN PERBUATANMANUSIA         
Perbuatan manusia adalah sekumpulan perbuatan yang dimiliki oleh manusia  dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan genetika. menurut Myers (1983), perilaku adalah sikap yang diekspresikan (expressed attitudes). Perilaku dengan sikap saling berinteraksi, saling mempengaruhi satu dengan yang lain..al-Ghazali menolak pendapat Mu’tazilah yang menyatakan bahwa, semua perbuatan yang dilakukan manusia adalah ciptaan manusia sendiri. Ia menyatakan bahwa pendapat seperti itu adalah mengingkari penetapan ulama salaf, bahwa tidak ada yang menciptakan selain Allah. Hal ini sesuai dengan firman Tuhan surat al-An’am (6), ayat 111ه dan as-Saffat (37) ayat 96.
            Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia yang sangat mendasar. Perilaku tidak boleh disalahartikan sebagai perilaku sosial, yang merupakan suatu tindakan dengan tingkat lebih tinggi, karena perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain. Penerimaan terhadap perilaku seseorang diukur relatif terhadap norma sosial dan diatur oleh berbagai kontrol sosial. Dalam kedokteran perilaku seseorang dan keluarganya dipelajari untuk mengidentifikasi faktor penyebab, pencetus atau yang memperberat timbulnya masalah kesehatan. Intervensi terhadap perilaku seringkali dilakukan dalam rangka penatalaksanaan yang holistik dan komprehensif.
            Perilaku manusia dipelajari dalam ilmu psikologi, sosiologi, ekonomi, antropologi dan kedokteran.Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang.
B. Karakteristik Perbuatan
1.      Perilaku adalah perkataan dan perbuatan individu. Jadi apa yang dikatakan dan dilakukan oleh seseorang merupakan karakteristik dari perilakunya.
2.      Perilaku mempunyai satu atau lebih dimensi yang dapat diukur, yaitu : frekuensi, durasi, dan intensitas.
3.      Perilaku dapat diobservasi, dijelaskan, dan direkam oleh orang lain atau orang yang terlibat dalam perilaku tersebut.


4.      Perilaku mempengaruhi lingkungan, lingkungan fisik atau sosial.
5.      Perilaku dipengaruhi oleh lingkungan (lawful).
6.      Perilaku bisa tampak atau tidak tampak. Perilaku yang tampak bisa diobservasi oleh orang lain, sedangkan perilaku yang tidak tampak merupakan kejadian atau hal pribadi yang hanya bisa dirasakan oleh individu itu sendiri atau individu lain yang terlibat dalam perilaku tersebut.
C.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perbuatan Manusia
            Perilaku atau aktivitas pada individu atau organisme tidak timbul dengan sendirinya, tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik
stimulus eksternal maupun stimulus internal. Perilaku individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri, di samping itu perilaku juga berpengaruh pada lingkungan.
            Masalah takdir, al-Ghazali konsisten dengan pendapatnya tentang kelemahan akal manusia. Kelemahan akal manusia itu, akan banyak bergantung kepada kehendak dan takdir Tuhan, sehingga perbuatannya pun bergantung kepada kehendak dan takdir Tuhan. Tuhanlah yang menciptakan perbuatan dan daya yang dipergunakan untuk berbuat dalam diri manusia Pandangan ini dapat menjelaskan bahwa paham kalam al-Ghazali dekat sekali dengan paham Jabariyah, bahwa manusia tidak mempunyai daya dan kehendaknya sendiri, perbuatannya diciptakan oleh Tuhan.Perbuatan manusia ada dua jenis yakni:
  1. Perkara syariat: segala  apa yang telah disyariatkan oleh Allah Azza wa Jalla dan telah disampaikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.  Perkara syariat adalah perbuatan yang harus dikerjakan untuk mencegah dosa atau mencegah masuk neraka meliputi menjalankan kewajiban yang jika ditinggalkan berdosa, menjauhi apa yang telah dilarangNya dan diharamkanNya yang jika dilanggar atau dikerjakan berdosa.
  2. Di luar perkara syariat, segala sikap dan perbuatan di luar dari apa yang telah disyariatkan oleh Allah Azza wa Jalla.  Perbuatan di luar perkara syariat dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah atau untuk meraih ridho atau cinta Allah ta’ala dengan cara selalu mengingat Allah (dzikrullah) sehingga melakukan perbuatan di luar perkara syariat yang tidak menyalahi satupun laranganNya atau tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits serta Ijma dan Qiyas.
            Dalam sebuah hadit qudsi, Rasulullah bersabda “Allah berfirman, hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan (perkara syariat), jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amal kebaikan maka Aku mencintai dia . (HR Bukhari 6021)
D.    Mengapa memahami perbuatan sangat penting?
            Untuk memahami tingkah laku manusia diperlukan bantuan berbagai macam ilmu pengetahuan. Ilmu fisiologi, mempelajari tingkah laku manusia, dengan menitik beratkan sifat-sifat yang khas dari organ-organ dan sel-sel yang ada dalam tubuh. Sedangkan sosiologi, mempelajari bentuk-bentuk tingkah laku dan perbuatan manusia dengan menitik beratkan pada masyarakat dan kelompok sosial sebagai satu kesatuan, dan melihat individu sebagai bagian dari kelompok masyarakat ( keluarga, kelompok sosial, kerabat, clan, suku, ras, bangsa). Di antara dua kelompok ilmu pengetahuan ini berdiri psikologi, yang membidangi individu dengan segala bentuk aktivitasnya, perbuatan, perilaku dan kerja selama hidupnya (Kartini, K., 1980). Selanjutnya Kartini menyatakan, bahwa fisiologi memberikan penjelasan mengenai macam-macam tingkah laku lahiriah, yang sifatnya jasmani. Sedangkan manusia merupakan satu totalitas jasmani-rohani. Psikologi mempelajari bentuk tingkah laku (perbuatan, aktivitas) individu dalam relasinya dengan lingkungannya.
Dari pemahaman diatas, terlihat bahwa betapa mempelajari sikap dan perilaku manusia sangat penting, agar tercipta hubungan yang baik dengan lingkungan sekitarnya.
Secara garis besar, perilaku manusia diakibatkan oleh:
·         Genetika
·         Sikap - adalah suatu ukuran tingkat kesukaan seseorang terhadap perilaku tertentu.
·         Norma sosial - adalah pengaruh tekanan sosial.
·         Kontrol perilaku pribadi - adalah kepercayaan seseorang mengenai sulit tidaknya melakukan suatu perilaku.
E.     Pendekatan Untuk Memahami Perilaku
Perilaku manusia sangat berbeda antara satu dengan lainnya. Perilaku itu sendiri adalah suatu fungsi dari interaksi antara seseorang individu dengan lingkungannya. Dilihat dari sifatnya, perbedaan perilaku manusia itu disebabkan karena kemampuan, kebutuhan
cara berpikir untuk menentukan pilihan perilaku, pengalaman, dan reaksi affektifnya berbeda satu sama lain.
F.     Modifikasi Perilaku

Definisi Modifikasi Perilaku
Modifikasi perilaku adalah wilayah psikologi yang terkait dengan analisa dan modifikasi perilaku manusia.
·         Analisa maksudnya mengidentifikasi hubungan fungsional antara lingkungan dan perilaku tertentu untuk memahami alasan dari perilaku atau untuk menentukan mengapa seseorang berperilaku seperti itu.
·         Modifikasi maksudnya mengembangkan dan menerapkan prosedur-prosedur untuk menolong individu mengubah perilakunya.
·         Prosedur-prosedur modifikasi perilaku digunakan oleh para profesional atau paraprofesional untuk menolong seseorang mengubah perilaku sosialnya secara signifikan, dengan tujuan untuk memperbaiki beberapa aspek pada kehidupannya.

Karakteristik Modifikasi Perilaku
1.      Fokus pada perilaku, bukan pada karakteristik atau sifat individu. Dalam modifikasi perilaku, perilaku yang akan diubah disebut dengan perilaku target. Kelebihan perilaku adalah perilaku target dengan perilaku yang tak menyenangkan, yang ingin dikurangi dalam hal frekuensi, durasi, dan intensitas. Contoh perilaku ini adalah merokok. Kekurangan perilaku adalah perilaku target dengan perilaku yang menyenangkan, yang ingin ditingkatkan dalam hal frekuensi, durasi, dan intensitas. Contoh perilaku ini adalah olahraga atau belajar.
2.      Berdasarkan pada prosedur dan prinsip-prinsip perilaku.
3.      Menekankan pada kejadian-kejadian sekarang. Perilaku manusia dikendalikan oleh kejadian-kejadian di sekitarnya, dan tujuan dari modifikasi perilaku adalah untuk mengidentifikasi kejadian-kejadian tersebut.
4.      Mendeskripsikan prosedur-prosedur modifikasi perilaku secara tepat. Prosedur-prosedur modifikasi perilaku melibatkan perubahan-perubahan spesifik pada kejadian-kejadian di lingkungan. Dengan deskripsi prosedur yang tepat, peneliti dan para profesional lainnya dapat menggunakan prosedur-prosedur tersebut secara tepat setiap saat.
5.      Menerapkan perlakuan (treatment) pada orang dalam kehidupan sehari-hari.
6.       Ukuran perubahan perilaku.
7.       Menekankan kejadian-kejadian yang lalu sebagai penyebab dari perilaku
8.      Penolakan terhadap hipotesis yang mendasari penyebab dari perilaku.






























       BAB 3
KESIMPULAN

·         Perbuatan manusia adalah sekumpulan perbuatan yang dimiliki oleh manusia  dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan genetika.
·          Perilaku adalah perkataan dan perbuatan individu. Jadi apa yang dikatakan dan dilakukan oleh seseorang merupakan karakteristik dari perilakunya.
·         Perilaku atau aktivitas pada individu atau organisme tidak timbul dengan sendirinya, tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus eksternal maupun stimulus internal.




























Tidak ada komentar:

Posting Komentar