MAKALAH
AKHLAK TASAWUF
Analisis
Perbuatan Manusia
![]() |
Di
susun oleh:
Nur Holilah
(120711100041)
Di
susun Oleh:
NUR
HOLILAH
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Tulisan ini bermaksud mengutarakan beberapa pandangan al-Ghazali yang
merupakan bagian dari pemikiran kalamnya, yaitu perbuatan manusia, kekuasaan
Tuhan dan keadilan-Nya yang terdapat dalam kitabnya yang terkenal berjudul: al-Iqtisad
fi al-I‘tiqad.
Sebagai gambaran, bahwa penulisan ini bersifat deskriptif, dan sebagai
gambaran terdapat beberapa istilah yang dipergunakan dalam kitab ini, yang
menunjukkan pada bagian-bagian yang disebut at-Tamhid, al-Qutb, ad-Da‘wa, dan
al-Bab. Untuk memudahkan penulisan ini, dalam kaitannya yang bersumber
dari kitab al-Iqtisad, maka tidak menggunakan halaman, namun menggunakan
al-Qutb (Q) untuk menunjukkan pada materi misalnya.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Apa pengertian
perbuatan manusia.........?
2.
Karakteristik ...........................................?
3.
Yang
mempengaruhi.................................?
4.
Modifikasi
perilaku...................................?
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PERBUATANMANUSIA
Perbuatan manusia adalah sekumpulan perbuatan yang
dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai,
etika, kekuasaan, persuasi, dan genetika. menurut Myers (1983), perilaku adalah sikap yang diekspresikan (expressed
attitudes). Perilaku dengan sikap saling berinteraksi, saling
mempengaruhi satu dengan yang lain..al-Ghazali menolak pendapat Mu’tazilah yang
menyatakan bahwa, semua perbuatan yang dilakukan manusia adalah ciptaan manusia
sendiri. Ia menyatakan bahwa pendapat seperti itu adalah mengingkari penetapan
ulama salaf, bahwa tidak ada yang menciptakan selain Allah. Hal ini sesuai
dengan firman Tuhan surat al-An’am (6), ayat 111ه dan as-Saffat (37)
ayat 96.
Dalam
sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang
lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia yang sangat
mendasar. Perilaku tidak boleh disalahartikan sebagai perilaku sosial, yang
merupakan suatu tindakan dengan tingkat lebih tinggi, karena perilaku sosial
adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain. Penerimaan
terhadap perilaku seseorang diukur relatif terhadap norma sosial dan diatur
oleh berbagai kontrol sosial. Dalam kedokteran perilaku seseorang dan
keluarganya dipelajari untuk mengidentifikasi faktor penyebab, pencetus atau
yang memperberat timbulnya masalah kesehatan. Intervensi terhadap perilaku
seringkali dilakukan dalam rangka penatalaksanaan yang holistik dan
komprehensif.
Perilaku
manusia dipelajari dalam ilmu psikologi, sosiologi, ekonomi, antropologi dan
kedokteran.Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku
dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang.
B. Karakteristik Perbuatan
1. Perilaku adalah perkataan dan perbuatan individu. Jadi apa yang dikatakan
dan dilakukan oleh seseorang merupakan karakteristik dari perilakunya.
2. Perilaku mempunyai satu atau lebih dimensi yang dapat diukur, yaitu :
frekuensi, durasi, dan intensitas.
3. Perilaku dapat diobservasi, dijelaskan, dan direkam oleh orang lain atau
orang yang terlibat dalam perilaku tersebut.
4. Perilaku mempengaruhi lingkungan, lingkungan fisik atau sosial.
5. Perilaku dipengaruhi oleh lingkungan (lawful).
6. Perilaku bisa tampak atau tidak tampak. Perilaku yang tampak bisa
diobservasi oleh orang lain, sedangkan perilaku yang tidak tampak merupakan
kejadian atau hal pribadi yang hanya bisa dirasakan oleh individu itu sendiri
atau individu lain yang terlibat dalam perilaku tersebut.
C. Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Perbuatan Manusia
Perilaku atau aktivitas pada individu atau organisme
tidak timbul dengan sendirinya, tetapi sebagai akibat dari stimulus yang
diterima oleh organisme yang bersangkutan baik
stimulus eksternal
maupun stimulus internal. Perilaku
individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri, di samping itu perilaku juga
berpengaruh pada lingkungan.
Masalah takdir, al-Ghazali konsisten dengan pendapatnya
tentang kelemahan akal manusia. Kelemahan akal manusia itu, akan banyak
bergantung kepada kehendak dan takdir Tuhan, sehingga perbuatannya pun
bergantung kepada kehendak dan takdir Tuhan. Tuhanlah yang menciptakan
perbuatan dan daya yang dipergunakan untuk berbuat dalam diri manusia Pandangan ini dapat menjelaskan bahwa paham kalam
al-Ghazali dekat sekali dengan paham Jabariyah, bahwa manusia tidak mempunyai
daya dan kehendaknya sendiri, perbuatannya diciptakan oleh Tuhan.Perbuatan
manusia ada dua jenis yakni:
- Perkara syariat: segala apa yang telah disyariatkan oleh Allah Azza wa Jalla dan telah disampaikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Perkara syariat adalah perbuatan yang harus dikerjakan untuk mencegah dosa atau mencegah masuk neraka meliputi menjalankan kewajiban yang jika ditinggalkan berdosa, menjauhi apa yang telah dilarangNya dan diharamkanNya yang jika dilanggar atau dikerjakan berdosa.
- Di luar perkara syariat, segala sikap dan perbuatan di luar dari apa yang telah disyariatkan oleh Allah Azza wa Jalla. Perbuatan di luar perkara syariat dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah atau untuk meraih ridho atau cinta Allah ta’ala dengan cara selalu mengingat Allah (dzikrullah) sehingga melakukan perbuatan di luar perkara syariat yang tidak menyalahi satupun laranganNya atau tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits serta Ijma dan Qiyas.
Dalam sebuah hadit qudsi, Rasulullah bersabda “Allah
berfirman, hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang
lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan (perkara syariat), jika
hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amal kebaikan maka Aku
mencintai dia . (HR Bukhari 6021)
D. Mengapa
memahami perbuatan sangat penting?
Untuk
memahami tingkah laku manusia diperlukan bantuan berbagai macam ilmu
pengetahuan. Ilmu fisiologi, mempelajari tingkah laku
manusia, dengan menitik beratkan sifat-sifat yang khas dari organ-organ dan
sel-sel yang ada dalam tubuh. Sedangkan sosiologi, mempelajari
bentuk-bentuk tingkah laku dan perbuatan manusia dengan menitik beratkan pada
masyarakat dan kelompok sosial sebagai satu kesatuan, dan melihat individu
sebagai bagian dari kelompok masyarakat ( keluarga, kelompok sosial, kerabat,
clan, suku, ras, bangsa). Di antara dua kelompok ilmu pengetahuan ini berdiri psikologi,
yang membidangi individu dengan segala bentuk aktivitasnya, perbuatan, perilaku
dan kerja selama hidupnya (Kartini, K., 1980). Selanjutnya Kartini menyatakan,
bahwa fisiologi
memberikan penjelasan mengenai macam-macam tingkah laku lahiriah, yang sifatnya
jasmani. Sedangkan manusia merupakan satu totalitas jasmani-rohani. Psikologi
mempelajari bentuk tingkah laku (perbuatan,
aktivitas) individu
dalam relasinya dengan lingkungannya.
Dari
pemahaman diatas, terlihat bahwa betapa mempelajari sikap dan perilaku manusia
sangat penting, agar tercipta hubungan yang baik dengan lingkungan sekitarnya.
Secara
garis besar, perilaku manusia diakibatkan oleh:
·
Genetika
·
Sikap - adalah suatu
ukuran tingkat kesukaan seseorang terhadap perilaku tertentu.
·
Norma
sosial - adalah pengaruh tekanan sosial.
·
Kontrol
perilaku pribadi - adalah kepercayaan seseorang mengenai sulit tidaknya
melakukan suatu perilaku.
E. Pendekatan Untuk Memahami Perilaku
Perilaku manusia sangat berbeda antara satu dengan lainnya. Perilaku itu
sendiri adalah suatu fungsi dari interaksi antara seseorang individu dengan
lingkungannya. Dilihat dari sifatnya, perbedaan perilaku manusia itu disebabkan
karena kemampuan, kebutuhan
cara berpikir untuk
menentukan pilihan perilaku, pengalaman, dan reaksi affektifnya berbeda satu
sama lain.
F.
Modifikasi Perilaku
Definisi Modifikasi
Perilaku
Modifikasi perilaku
adalah wilayah psikologi yang terkait dengan analisa dan modifikasi perilaku
manusia.
·
Analisa maksudnya
mengidentifikasi hubungan fungsional antara lingkungan dan perilaku tertentu
untuk memahami alasan dari perilaku atau untuk menentukan mengapa seseorang
berperilaku seperti itu.
·
Modifikasi maksudnya
mengembangkan dan menerapkan prosedur-prosedur untuk menolong individu mengubah
perilakunya.
·
Prosedur-prosedur
modifikasi perilaku digunakan oleh para profesional atau paraprofesional untuk
menolong seseorang mengubah perilaku sosialnya secara signifikan, dengan tujuan
untuk memperbaiki beberapa aspek pada kehidupannya.
Karakteristik
Modifikasi Perilaku
1. Fokus pada perilaku, bukan pada karakteristik atau sifat individu. Dalam
modifikasi perilaku, perilaku yang akan diubah disebut dengan perilaku target.
Kelebihan perilaku adalah perilaku target dengan perilaku yang tak
menyenangkan, yang ingin dikurangi dalam hal frekuensi, durasi, dan intensitas.
Contoh perilaku ini adalah merokok. Kekurangan perilaku adalah perilaku target
dengan perilaku yang menyenangkan, yang ingin ditingkatkan dalam hal frekuensi,
durasi, dan intensitas. Contoh perilaku ini adalah olahraga atau belajar.
2. Berdasarkan pada prosedur dan prinsip-prinsip perilaku.
3. Menekankan pada kejadian-kejadian sekarang. Perilaku manusia dikendalikan
oleh kejadian-kejadian di sekitarnya, dan tujuan dari modifikasi perilaku
adalah untuk mengidentifikasi kejadian-kejadian tersebut.
4. Mendeskripsikan prosedur-prosedur modifikasi perilaku secara tepat.
Prosedur-prosedur modifikasi perilaku melibatkan perubahan-perubahan spesifik
pada kejadian-kejadian di lingkungan. Dengan deskripsi prosedur yang tepat,
peneliti dan para profesional lainnya dapat menggunakan prosedur-prosedur
tersebut secara tepat setiap saat.
5. Menerapkan perlakuan (treatment) pada orang dalam kehidupan
sehari-hari.
6. Ukuran perubahan perilaku.
7. Menekankan kejadian-kejadian yang
lalu sebagai penyebab dari perilaku
8. Penolakan terhadap hipotesis yang mendasari penyebab dari perilaku.
BAB 3
KESIMPULAN
·
Perbuatan manusia
adalah sekumpulan perbuatan yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi
oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan genetika.
·
Perilaku adalah perkataan dan perbuatan
individu. Jadi apa yang dikatakan dan dilakukan oleh seseorang merupakan
karakteristik dari perilakunya.
·
Perilaku atau aktivitas
pada individu atau organisme tidak timbul dengan sendirinya, tetapi sebagai
akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik
stimulus eksternal maupun stimulus internal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar